Cara Menghitung Uang Pertanggungan Dan Premi Asuransi

Selamat datang di website kami yang menyajikan berbagai macam informasi terkait dengan perkembangan dunia asuransi yang Anda butuhkan, Cara Menghitung Uang Pertanggungan Dan Premi Asuransi.

Premi Asuransi – Alasan seseorang untuk tidak menggunakan jasa asuransi adalah besarnya premi yang harus dibayar setiap bulannya, padahal dalam jangka waktu panjang ada banyak keuntungan dengan menggunakan asuransi.

Untuk asuransi jiwa perhitungan UP harus jelas karena risikonya juga lebih besar. Misalnya saja apabila anda adalah orang tua yang mengalami kecelakaan dan memiliki anak serta istri maka untuk memenuhi kebutuhan setiap hari menjadi lebih sulit.

Untuk itu dengan melakukan asuransi maka anda akan dimudahkan terutama untuk kesehatan. Walaupun anda dibebankan pembayaran premi namun yang paling penting adalah bisa memperoleh kemudahan dikemudian hari.

Perlu dicatat jika anda ingin melakukan cicilan premi sebaiknya jangan mengganggu cash flow dan tabungan wajib untuk dana pendidikan anak. Perhitungan keuangan yang sehat yaitu mengalokasikan 10 persen dari penghasilan untuk membayar cicilan premi.

Anda harus menghitung UP untuk menyisihkan pendapatan guna membayar cicilan premi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghitung UP yang masing-masing asuransi sudah pasti memiliki perbedaan. Berikut cara menghitung premi asuransi yang benar :

Income Replacement Based
Income Replacement Based (IRB) adalah metode untuk menghitung pendapatan seseorang sampai pensiun. Misalnya saja Mr. X memiliki pendapatan Rp 5 juta perbulan dan berusia 35 tahun. Jika Mr. X ingin pensiun di usia 55 tahun, masa produktifnya hanya tinggal 20 tahun lagi.

Metode ini menghitung UP Mr. X seperti Rp 5 juta x 12 (bulan) x 20 (tahun) didapat hasil Rp 1,2 milyar. Maka bila Mr. X meninggal nilai asumsi untuk keluarga yang ditinggalkan setiap bulannya sebesar Rp 5 juta. Uang pertanggungan yang diberikan diperkirakan akan habis dalam 20 tahun.

Human Live Based Value
Cara menghitung pendapatan seseorang hingga pensiun tapi dengan memperhitungkan hasil investasi instrument yang memiliki risiko minim bisa memakai Human Live Based Value. Misalnya Mr. X meninggal, UP ditempatkan keluarganya pada instrument risk free seperti deposito atau Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Dengan begitu ahli waris juga akan mendapat hasil investasi.

Baca juga : Cara Klaim Asuransi Bumiputera Terbaru

Income Value Based
Metode IVB digunakan untuk mengetahui berapa besar nilai UP jika ditempatkan di deposito atau dibelikan ORI untuk memperoleh hasil return sebesar pendapatan tertanggung. Cara menghitungnya yaitu dengan membagi pendapatan setahun dengan risk free rate. Sebagai contoh misalnya Rp 5 juta x 12 (bulan) : risk free rate 5,2%. Hasil perhitungan simulasi tersebut sebesar Rp 1,150 milyar.

Survival Value Based
Cara menghitung dengan metode Survival Value Based (SVB) cocok untuk pendapatan selama masa produktif sampai pensiun ditambah utang-utang dan dana darurat untuk keluarga. Cara menghitungnya bisa menggunakan metode IRB, HLBV, atau IVB ditambah utang-utang dan dana darurat dan cocok untuk keluarga yang memiliki utang besar.

Family Needs Based
Metode ini memperhitungkan kebutuhan keluarga setelah tertanggung meninggal dan cara menghitungnya bukan dengan menghitung jumlah pendapatan tertanggung namun kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.

Dari berbagai metode diatas, Anda bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan keluarga Anda. Pilih asuransi jiwa dengan premi asuransi minimal, tapi UP yang mendekati kebutuhan keluarga Anda.

Source:

alasan akutaris wajib menghitung waktu untuk jumlah premi,Cara menghitung premi asuransi kesehatan,cara mghitung asuransi ahli waris,cara mghtung premi asuransi utk ahli waris,contoh-contoh perhitungan premi asuransi dengan metode income based value,menghitung premi jika diketahui UP,pengertian pergitungan premi Family Needs Based

Cara Menghitung Uang Pertanggungan Dan Premi Asuransi | Biayaasuransi | 4.5